Metode
Penyuluhan Pertanian adalah cara penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan pertanian
oleh penyuluh pertanian kepada petani beserta anggota keluarganya baik secara
langsung maupun tidak langsung agar mereka tahu, mau dan mampu menggunakan
inovasi baru. Umumnya pesan terdiri dari sejumlah simbol dan isi pesan inilah
yang memperoleh perlakuan. Bentuk perlakuan tersebut memilih, menata,
menyederhanakan, menyajikan dll. Dilain pihak simbol dapat diartikan kode-kode
yang digunakan pada pesan. Simbol yang mudah diamati dan paling banyak
digunakan yaitu bahasa. Keputusan-keputusan yang dibuat oleh penyuluh pertanian
atau sumber untuk memilih serta menata isi pesan dan simbol yang digunakan pada
pesan dapat dikatakan teknik penyuluhan pertanian. Dilain pihak kegiatan
penyuluhan pertanian terlibat dalam proses belajar mengajar karena penyuluhan
termasuk dalam sistem pendidikan non formal. Sesuai dengan tujuan , proses
belajar mengajar dalam penyuluhan pertanian atau sumber untuk memilih serta
menata isi pesan dan simbol yang digunakan pada pesan dapat dikatakan teknik
penyuluhan pertanian. Dilain pihak kegiatan penyuluhan pertanian terlibat dalam
proses belajar mengajar karena penyuluhan termasuk dalam sistem pendidikan non
formal. Sesuai dengan tujuan , proses belajar mengajar dalam penyuluhan
pertanian menghendaki retensi yang tinggi atau efek yang maksimal. Untuk
memperoleh retensi yang tinggi, setiap audien memerlukan belajar yang berulang.
Dengan demikian teknik penyuluhan pertanian dapat didefinisikan sebagai
keputusan keputusan yang dibuat oleh sumber atau penyuluh dalam memilih serta
menata simbul dan isi pesan menentukan pilihan cara dan frekuensi penyampaian
pesan serta menentukan bentuk penyajian pesan.
B. Tujuan
1. Meningkatkan efektivitas penyuluhan
pertanian dengan pemilihan metode yang tepat, sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi sasarannya
2. Agar penyuluh pertanian dapat menetapkan
suatu metode atau kombinasi beberapa metode yang tepat dan berhasil guna.
3. Agar kegiatan
penyuluhan pertanian yang dilaksanakan untuk menimbulkan perubahan yang
dikehendaki.
C. Prinsip
Sebelum menerpakan metode
penyuluhan pertanian yang harus diperhatikan bagi penyuluh adalah memahami
prinsip-prinsip yang dapat dijadikan landasan untuk memilih metode yang tepat:
1. Pengembangan untuk
berpikir kreatif
Melalui penyuluhan,
bukanlah dimaksud agar masyarakat penerima manfaat selalu menguntungkan diri
kepada petunjuk, nasehat, atau bimbingan penyuluhannya. Tetapi sebaliknya,
melalui penyuluhan harus mampu dihasilkannya petani yang mampu dengan upayanya
sendiri mengatasi masalah-masalah yang dihadapi, serta mampu mengembangkan
kreativitasnya untuk memanfaatkan setiap potensi dan peluang yang diketahuinya untuk
terus menerus dapat memperbaiki mutu hidupnya. Karena itu, pada setiap kegiatan
penyuluhan, seorang penyuluh harus mampu memilih metoda yang sejauh mungkin
dapat mengembangkan daya nalar dan kreativitas masyarakat penerima manfaatnya.
2. Tempat yang paling baik adalah di tempat
kegiatan penerima manfaat
Dapat dipastikan bahwa, setiap individu sangat mencintai
profesinya, karena itu tidak suka diganggu (untuk meninggalkan pekerjaan
rutinnya), serta selalu berperilaku sesuai dengan pengalamannya sendiri dan
kenyataan-kenyataan yang dihadapinya sehari-hari. Oleh sebab itu, dalam banyak
kasus, kegiatan penyuluhan sebaiknya dilaksanakan dengan menerapkan metoda yang
dilaksnakan di lingkungan pekerjaan (kegiatan) penerima manfaatnya. Hal ini dimaksudkan
agar :
a. Tidak banyak mengganggu (menyita waktu) kegiatan rutinnya.
b. Penyuluh dapat memahami betul keadaan penerima manfaat,
termasuk masalah-masalah yang dihadapi dan potensi serta peluang yang dapat
dimanfaatkan untuk perbaikan mutu hidup mereka.
c. Kepada penerima manfaat dapat ditunjukkan
contoh-contoh nyata tentang masalah dan potensi serta peluang yang dapat
ditemukan dilingkungan pekerjaannya sendiri, sehingga mudah dipahami dan
diresapi serta diingat oleh penerima manfaatnya.
3. Setiap individu terikat dengan lingkungan
sosialnya
Sebagai makhluk sosial, setiap individu akan
selalu berperilaku sesuai dengan kondisi lingkungan sosialnya, atau
setidak-tidaknya akan selalu berusaha menyesuaikan diri dengan perilaku
orang-orang di sekitarnya. Karena itu, kegiatan penyuluhan akan lebih efisien
jika diterapkan hanya kepada beberapa warga masyarakat, terutama yang diakui
oleh lingkungannya sebagai “panutan” yang baik.
4. Ciptakan hubungan yang akrab dengan
penerima manfaat
Kegiatan penyuluhan adalah
upaya mengubah perilaku orang lain secara persuasif dengan menerapkan sietem
pendidikan. Adanya hubungan pribadi yang akrab antara penyuluh dengan penerima
manfaatnya, akan merupakan syarat yang harus dipenuhi, setidak-tidaknya akan
memperlancar kegiatan penyuluhan itu sendiri. Keakraban hubungan antara
penyuluh dan penerima manfaat ini menjadi sangat penting. Karena dengan
keakraban itu akan tercipta suatu keterbukaan megemukakan masalah dan menyampaikan
pendapat. Disamping itu, saran-saran yang disampaikan penyuluh dapat diterima
dengan senang hati seperti layaknya saran seorang sahabat tanpa ada prasangka
atau merasa dipaksa.
5. Memberikan sesuatu untuk terjadinya
perubahan.
Kegiatan penyuluhan adalah upaya untuk mengubah perilaku penerima
manfaat, baik pengetahuannya, sikapnya atau keterampilannya. Dengan demikian,
metoda yang diterapkan harus mampu merangsang penerima manfaat untuk selalu
siap (dalam arti sikap dan pikiran) dan dengan suka hati atas kesadaran atau
pertimbangan nalarnya sendiri melakukan perubahan-perubahan demi perbaikan mutu
hidupnya sendiri. Keluarganya dan masyarakatnya.
Renungkanlah, arti penyuluhan
pertanian; dan sehubungan dengan ituapakah yang Anda ketahui tentang tujuan dan
prinsip metoda penyuluhanpertanian?Penyuluhan pertanian adalah sistem
pendidikan di luar sekolah (non formal), bagi petani dan keluarganya agar
berubah perilakunya untuk bertani lebihbaik (better farming), berusahatani
lebih menguntungkan (better bussines), hiduplebih sejahtera ( better living ),
dan bermasyarakat lebih baik (better community )serta menjaga kelestarian
lingkungannya (better environment ).
Dengan pencanangan Revitalisasi
Pertanian, Perikanan dan Kehutananpada tanggal 11 Juni 2005 oleh Presiden RI,
menyebabkan terjadinya perubahanpengertian penyuluhan pertanian. Menurut
Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan
dan Kehutanan (UU SP3K), artipenyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran
bagi pelaku utama serta pelakuusaha agar mereka mau dan mampu menolong dan
mengorganisasikan dirinyadalam mengakses informasi pasar, teknologi,
permodalan, dan sumber dayalainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan
produktivitas, efisiensi usaha,pendapatan dan kesejahteraannya serta
meningkatkan kesadaran dalampelestarian fungsi lingkungan hidup.Metode
penyuluhan pertanian dapat diartikan sebagai cara atau teknikpenyampaian materi
penyuluhan oleh para penyuluh kepada para petani besertakeluarganya baik secara
langsung maupun tidak langsung, agar mereka tahu, maudan mampu menerapkan
inovasi (teknologi baru). Sedangkan teknik penyuluhanpertanian dapat
didefinisikan sebagai keputusan – keputusan yang dibuatoleh sumberatau penyuluh
dalam memilih serta menata simbul dan isipesan menentukan pilihan cara dan
frekuensi penyampaian pesan sertamenentukan bentuk penyajian pesan.
B.
Tujuan Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian
Penggunaan
panca indera tidak terlepas dari suatu proses belajar mengajarseseorang karena
panca indera tersebut selalu terlibat di dalamnya. Hal in dinyatakan oleh Socony
Vacum Oil Co. Yang di dalam penelitiannya memperolehhasil sebagai berikut: 1%
melalui indera pengecap, 1,5% melalui indera peraba,3% melalui indera pencium,
11% melalui indera pendengar dan 83% melalui indera penglihat.
Dalam
mempelajari sesuatu, seseorang akan mengalami suatu prosesuntuk mengambil suatu
keputusan yang berlangsung secara bertahap melaluiserangkaian pengalaman mental
fisikologis sebagai berikut:
1. Tahap sadar yaitu sasaran mulai sadar tentang
adanya inovasi yangditawarkan oleh penyuluh
2. Tahap minta yaitu tumbuhnya minat yang
seringkali ditandai oleh keinginanuntuk bertanya atau untuk mengetahui lebih
banyak tentang segala sesuatuyang berkaitan dengan inovasi yang ditawarkan oleh
penyuluh.
3.
Tahap menilai yaitu penilaian terhadap
baik/buruk atau manfaat inovasi yangtelah diketahui informasinya secara lebih
lengkap.
4. Tahap mencoba yaitu tahap dimana sasaran
mulai mencoba dalam skala keciluntuk lebih meyakinkan penilaiannya, sebelum
menerapkan untuk skala yanglebih luas.
5. Tahap menerapkan yaitu sasaran dengan penuh
keyakinan berdasarkanpenilaian dan uji coba yang telah dilakukan/diamati
sendiri.
Jadi
tujuan pemilihan metode penyuluhan adalah:
1) agar penyuluhpertanian dapat menetapkan
suatu metode atau kombinasi beberapa metode yangtepat dan berhasil guna,
2) agar kegiatan penyuluhan pertanian yang
dilaksanakanuntuk menimbulkan perubahan yang dikehendaki yaitu perubahan
perilaku petanidan anggota keluarganya dapat berdayaguna dan berhasilguna.
C.
Prinsip-prinsip Metode Penyuluhan Pertanian
Prinsip
merupakan suatu pernyataan mengenai kebijaksanaan yangdijadikan sebagai pedoman
dalam pengambilan keputusan dan dilaksanakansecara konsisten. Dalam kegiatan
penyuluhan, prinsip menurut Leagans (1961)menilai bahwa setiap penyuluh dalam
melaksanakan kegiatannya harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip yang sudah
disepakati agar dapatmelakukan pekerjaannya dengan baik.
Mardikanto
(1999) menyatakan bahwa merujuk pada pemahaman penyuluhanpertanian sebagai
proses pembelajaran, maka prinsip-prinsip dalam penyuluhanpertanian sebagai
berikut:
1.
Mengerjakan; artinya kegiatan penyuluhan harus sebanyak mungkinmelibatkan
masyarakat untuk menerapkan sesuatu.
2.
Akibat; artinya kegiatan pertanian harus memberikan dampak yang memberi pengaruh
baik.
3.
Asosiasi; artinya kegiatan penyuluhan
harus saling terkait dengan kegiatanlainnya. Misalnya apabila seorang petani
berjalan di sawahnya kemudianmelihat tanaman padinya terserang hama, maka ia
akan berupaya untukmelakukan tindakan pengendalian.
Lebih
lanjut Dahama dan Bhatnagar dalam Mardikanto (1999)mengemukakan bahwa yang
mencakup prinsip-prinsip penyuluhan pertanian:
1. Minat dan kebutuhan;
artinya penyuluhan akan efektif jika selalu mengacukepada minat dan kebutuhan
masyarakat, utamanya masyarakat tani.
2. Organisasi masyarakat
bawah; artinya penyuluhan akan efektif jika mampumelibatkan organisasi masyarakat
bawah dari setiap keluarga petani.
3. Keraguan budaya; artinya penyuluhan harus
memperhatikan adanyakeragaman budaya.
4.
Perubahan budaya; artinya setiap penyuluhan akan mengakibatkanperubahan budaya.
5. Kerjasama dan partisipasi; artinya penyuluhan
hanya akan efektif jikamenggerakkan partisipasi masyarakat untuk selalu
bekerjasama dalammelaksanakan program-program penyuluhan yang telah
dicanangkan.
6. Demokrasi dalam penerapan ilmu; artinya dalam
penyuluhan harus selalumemberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menawar
setiap alternatif.
7. Belajar sambil bekerja;
artinya dalam kegiatan penyuluhan pertanian harusdiupayakan agar masyarakat
dapat belajar sambil berbuat, atau belajar daripengalaman tentang segala
sesuatu yang ia kerjakan.
8. Penggunaan metode yang sesuai; artinya
penyuluhan harus dilakukandengan penerapan metode yang selalu disesuaikan
dengan kondisilingkungan fisik, kemampuan ekonomi, dan nilai sosial budaya.
9. Kepemimpinan; artinya penyuluh tidak
melakukan kegiatan yang hanyabertujuan untuk kepuasan sendiri, tetapi harus
mampu mengembangkankepemimpinan.
10. Spesialis yang
terlatih; artinya penyuluh harus benar-benar orang yang telahmengikuti latihan
khusus tentang segala sesuatu yang sesuai denganfungsinya sebagai penyuluh
11. Segenap keluarga;
artinya penyuluh harus memperhatikan keluarga sebagaisatu kesatuan dari unit
sosial.
Selanjutnya,
Mardikanto (2006) mengemukakan bahwa prinsip-prinsipdalam metode penyuluhan
pertanian, meliputi:
1.
Upaya Pengembangan untuk berpikir kreatif:Prinsip ini dimaksudkan bahwa melalui
penyuluhan pertanian harus mampumenghasilkan petani-petani yang mandiri, mampu
mengatasi permasalahanyang dihadapi dan mampu mengembangkan kreativitasnya
untukmemanfaatkan setiap potensi dan peluang yang diketahui untuk
memperbaikimutu hidupnya.
2.
Tempat yang paling baik adalah di tempat kegiatan sasaran:Prinsip ini akan
mendorong petani belajar pada situasi nyata sesuaipermasalahan yang dihadapi.
3.
Setiap individu terkait dengan lingkungan sosialnya:Prinsip ini mengingatkan
kepada penyuluh bahwa keputusan-keputusan yangdiambil petani dilakukan
berdasarkan lingkungan sosialnya.
4.
Ciptakan hubungan yang akrab dengan sasaran:Keakraban hubungan antara penyuluh
dan sasaran memungkinkan terciptanyaketerbukaan sasaran dalam mengemukakan
masalahnya.
5. Memberikan sesuatu untuk terjadinya
perubahan.
Metoda
yang diterapkan harus mampu merangsang sasaran untuk selalu siap(dalam arti
sikap dan pikiran) dan dengan sukahati melakukan perubahan-perubahandemi
perbaikan mutu hidupnya sendiri, keluarganya dan masyarakatnya.
Terjadinya
perubahan ” context dan content ” pembangunan pertanian dalam erareformasi,
mengakibatkan terjadi pula perubahan sasaran dalam penyuluhanpertanian.
Perubahan tersebut memberi pengaruh yang sangat besar karena saat initidak
hanya petani dijadikan sebagai sasaran utama (objek) kegiatan penyuluhan tapi
melibatkan pula stakeholder
yaitu
pelaku agrobisnis. Jadi, penyuluhan pertanian merupakan suatu upaya atau proses
kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan petani. Secara
khusus, penerapan penyuluhanpertanian dalam era disentralisasi (lokalita)
sebagaimana yang diamanatkan oleh UUNomor 22 Tahun 1999 yang diperbaharui dengan
UU Nomor 32 Tahun 2004, Pusat Pengembangan Penyuluhan (Pusbangluh) Pertanian
mengeluarkan kebijakan tentang pelaksanaan penyuluhan pertanian spesifik
lokalita yang bersifat partisipatif yaitu,pendidikan nonformal bagi petani dan
masyarakat melalui upaya pemberdayaan dan kemampuan memecahkan masalah sesuai
dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing dengan prinsip kesetaraan
dan kemitraan, keterbukaan, kesetaraankewenangan, dan tanggung jawab serta
kerja sama, yang ditujukan agar merekaberkembang menjadi dinamis dan
berkemampuan untuk memperbaiki kehidupan danpenghidupannya dengan kekuatan
sendiri.
D.
Rangkuman
Metode
penyuluhan pertanian dapat diartikan sebagai cara atau teknikpenyampaian materi
penyuluhan oleh para penyuluh kepada para petani besertakeluarganya baik secara
langsung maupun tidak langsung, agar mereka tahu, mau danmampu menerapkan
inovasi (teknologi baru).
Tujuan
pemilihan metode penyuluhan adalah:
1) agar penyuluh pertanian dapatmenetapkan suatu
metode atau kombinasi beberapa metode yang tepat dan berhasilguna,
2) agar kegiatan penyuluhan pertanian yang
dilaksanakan untuk menimbulkanperubahan yang dikehendaki yaitu perubahan
perilaku petani dan anggotakeluarganya dapat berdayaguna dan
berhasilguna.Prinsip-prinsip metode dan teknik penyuluhan pertaniana.
Pengembangan untuk berpikir kreatifb. Tempat yang paling baik adalah di tempat
kegiatan penerima manfaatc. Setiap individu terikat dengan lingkungan
sosialnyad. Ciptakan hubungan yang akrab dengan penerima manfaate. Memberikan
sesuatu untuk terjadinya perubahan
Sumber
referensi:
Kementerian
Pertanianbadan, Pengembangan Sdm
Pertanian sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar